BERITACUACA EXTREME

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pelabuhan Lalar akan Ditutup

Taliwang – Otoritas Dermaga Pelabuhan Lalar untuk sementara waktu akan menutup seluruh aktivitas kepelabuhanan. Langkah ini diambil mengantisipasi cuaca ekstrem yang kerap terjadi di sekitar perairan pelabuhan.

“Sekarang ini sudah masuk musim angin dan ombak. Jadi kami tidak berani mengizinkan ada aktivitas di dermaga,” kata Kepala UPTD Dermaga Pelabuhan Lalar, M. Amin, baru-baru ini.

Dalam waktu dekat ada kemungkinan aktivitas bongkar batu bara PLTU Tambora – Kertasari akan kembali dimulai di dermaga Pelabuhan Lalar. Ini seiring dengan telah selesainya perbaikan dermaga tersebut oleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Permukiman (PUPRPP). Menurut Amin, saat ini pengerjaan perbaikan dermaga itu sudah dinyatakan selesai. Tetapi sebelum digunakan, para pihak akan melakukan pengecekan terlebih dahulu mengenai kelaikannya.

“Baru mau turun nanti Dinas Perhubungan, PU, pihak PLTU sendiri dan peruaahaan ekspedisi (pemilik kapal pengangkut batu bara). Kalau dinyatakan layak ya bisa digunakan. Tapi tadi syarat kami jelas untuk sekarang tidak bisa karena cuaca,” tegasnya.

Terkait kebijakannya tersebut, Amin mengaku, PLTU Tambora – Kertasari dipastikannya tidak ada masalah. Selama ini untuk memenuhi kebutuhan batu baranya, PLTU Kertasari memindahkan kegiatan bongkarnya ke pelabuhan Badas, Kabupaten Sumbawa sejak dermaga Pelabuhan Lalar diperbaiki.

“Memang kontraknya di Badas berakhir bulan ini. Tapi stok batu bara mereka banyak untuk kebutuhan beberapa bulan ke depan. Sebab selama di Badas sekali pengangkutan sampai 5.000 ton. Kalau di sini (pelabuhan lalar) hanya 2.500 ton.

Kerusakan dermaga yang terjadi tahun lalu salah satunya memang dikarenakan aktivitas bongkar batu bara PLTU di saat cuaca ekstrem. Kapal-kapal pengangkut batu bara menghnatam badan dan jembatan dermaga karena saat itu ombak dan angin dalam kondisi kencang di perairan pantai Labuhan Lalar.

Tak ingin kejadian yang sama kembali terulang, Amin mengatakan, pihaknya lebih baik mengantisipasi sejak awal dengan menutup kegiatan kepelabuhanan dalam beberapa bulan ke depan. “Biasanya mulai bulan ini kan cuaca ekstrem terjadi sampai Februari nanti. Jadi kita tutup dulu,” ulangnya.

Comment here