BERITAPUTING BELIUNG

BMKG Jelaskan Ciri Awan Cumulonimbus Pemicu Bencana

Mataram  – Salah satau pemicu cuaca buruk ketika hujan lebat adalah penumpukan awan berlebihan atau disebut Cumulonimbus (CB).  Masyarakat juga disarankan mengenali ciri ciri awan tersebut ketika terjadi hujan, sehingga bisa waspada lebih dini.

Dijelaskan Kasi Observasi dan Informasi  BMKG Stamet BIL, I Putu Sumiana, fase terbentuknya awan hingga potensi bahaya yang terjadi. Fase awal, terbentuknya awan  cumulonimbus dimulai dari naiknya massa udara lembab, perlahan mendingin, serta berkondensasi membentuk awan awan cumulus. Kemudian fase matang, ditandai dengan mulainya adanya arus udara turun.

Pada fase ini, puncak awan dapat tumbuh mencapai lapisan atmosfer yang sangat tinggi dan membentuk landasan awan (anvil). Ketiga fase meluruh, dimulai saat updraft melemah dan didominasi oleh downdraft (hujan turun) pada sebagian besar sistem awan.

“CB yang tumbuh pada area dengan geser angin  kuat dapat tumbuh lebih dahsyat,” kata I Putu Sumiana.

Potensi bahaya yang ditimbulkan beragam. Angin  kencang dan puting beliung. Situasi ini bisa menyebabkan bangunan rusak, merobohkan pepohonan, hingga gagal panen. Dampak lain, hujan sangat lebat, menyebabkan banjir, tanah longsor dan gagal panen. Sambaran petir, bisa menyebabkan kebakaran, melukai manusia, merusak alat elektronik. Dampak lainnya, hujan es, dapat merusak bangunan, kendaraan, melukai manusia dan gagal panen.

“Potensi bahaya ini juga bisa mengancam aktivitas penerbangan, terkait beberapa fenomena dari awan CB, seperti microburst, downburst, turbulensi, hujan deras, maupun bongkahan es,” jelasnya.

Comment here