BERITACUACA EXTREME

Curah Hujan di NTB Masih Kategori Rendah

Mataram  – Rata rata curah hujan di NTB pada dasarian II November umumnya masih kategori rendah. Intensitasnya masih kurang dari 50 milimeter per dasarian. Namun BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada hujan lebat, angin kencang disertai petir.

Sementara curah hujan dengan kategori menengah terjadi d Pulau Lombok bagian Barat. Curah hujan dasarian tertinggi tercatat di Pos Hujan Banyu Urip sebesar 79,3 mm per dasarian.

“Sifat hujan pada dasarian II November umumnya bawah normal, kecuali Pulau Lombok bagian Barat. Sebagian kecil Lombok bagian timur dan sebagian wilayah Dompu dengan kategori Atas Normal,” ujar Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat, Dewo Sulistio Adi Wibowo, Kamis, 21 November 2019.

BMKG

Mengenai peluang terjadi hujan pada dasarian III November, juga umumnya masih rendah. Peluang terjadi hujan kurang dari 20 mm per dasarian. Umumnya sebesar 20 sampai 90 persen di sebagian besar wilayah NTB. Peluang hujan lebih dari 50 mm per dasarian sebesar 10 sampai 30 persen di Pulau Lombok bagian Barat dan sebagian kecil Sumbawa bagian Utara.

“Bulan November ini merupakan akhir periode musim kemarau untuk wilayah NTB. Masyarakat dihimbau agar tetap waspada dan berhati – hati terhadap potensi terjadinya cuaca ekstrem di periode peralihan musim kemarau menuju musim hujan seperti hujan lebat dan angin puting beliung,” kata Dewo.

Meski sudah masuk musim hujan, namun peringatan dini kekeringan masih tetap berlaku. Musim kemarau belum utuh beralih ke musim hujan. Masyarakat diminta waspada potensi kekeringan di daerah dengan Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari 60 hari. Seperti di Lombok Tengah (Jonggat, Kopang, Praya, Penujak), Lombok Timur (Jerowaru, Keruak, Labuhan Haji, Kotaraja, Sakra Barat, Sembalun, Sikur, Sukamulia, Swela, Terara), Sumbawa (Plampang), Dompu (Hu’u, Kempo, Pajo), dan Bima (Bolo, Palibelo, Sape, Wawo, Woha).

Potensi kekeringan, kekurangan ketersediaan air bersih dan potensi kebakaran lahan juga masih perlu diwaspadai, khususnya di daerah – daerah rawan kekeringan dan daerah dengan HTH lebih dari 60 hari.

“Kami juga menghimbau kepada masyarakat agar beradaptasi dengan mundurnya musim hujan di NTB pada tahun ini dengan menyesuaikan perencanaan kegiatan Anda ke depan dengan kondisi iklim yang ada,” tandasnya.

Comment here