BERITAGEMPA

Rehab Rekon Pasca Gempa NTB Terkendala Ketersediaan Tukang

Nusa Tenggara Barat – Proses perbaikan rumah korban gempa masih terkendala tukang. Jumlah tukang tidak sebanding dengan rumah rusak. Satu orang tukang bisa menangani beberapa unit rumah. Kondisi itu menjadi salah satu penghambat rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa Lombok-Sumbawa.

Andi, salah seorang tukang di Ranjok Utara, Desa Dopang,  Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat mengaku di Pokmas Pade Angen dia harus mengerjakan enam unit rumah instan konvensional (riko). Dalam kelompok itu ada tiga orang tukang, sehingga satu orang tukang menangani dua unit rumah.

Dengan membangun dua rumah sekaligus, antar warga harus kompak dan saling pengertian. Mereka harus rela saling tunggu satu sama lain supaya tidak ada yang saling mendahului. ”Kalau rumah itu belum jadi, kita tunggu dulu baru menlanjutkan,” katanya.

Dia sendiri termasuk korban gempa, namun untungnya dia bisa mengerjakan sendiri rumahnya. Di sisi lain dia juga tetap punya tanggung jawab pada kelompoknya. Saat ini, rumah tahan gempa (RTG) yang dibangun Pokmas Pade Angen belum rampung. Semua masih dalam proses pengerjaan. ”Kami usahakan supaya cepat,” katanya.

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB H Ahsanul Khalik mengakui kondisi itu. Bila dibandingkan jumlah rumah yang rusak, tenaga tukang jelas kurang.  RTG yang harus dibangun tersebar di tujuh kabupaten/kota se-NTB. Karena itu beberapa aplikator sudah mendatangkan tukang dari luar.

”Ini tidak masalah selama mereka memprioritaskan tukang lokal,” katanya.

Meski demikian, kekurangan tukang itu masih bisa disiasati. Sehingga tidak terlalu menghambat pembangunan RTG.

Hal sama diungkapkan, Kepala Bidang Bina Konstruksi, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB Hasim. Kata dia, tenaga tukang memang kurang. Tapi hal itu bisa disiasati karena di setiap kampung biasanya ada tukang. Mereka yang mengerjakan perbaikan rumah korban gempa. Sehingga persoalan tersebut bisa diatasi untuk sementara. ”Memang ada tukang luar didatangkan tapi kami tidak tahu persisnya berapa,” ujarnya.

Comment here